PA 212 Minta Yahya Staquf Dipecat, PBNU: Dasarnya Apa? Wong jelas yang dilakukan Gus Yahya diplomasi penting

Ketum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif meminta Yahya Cholil Staquf dipecat dari PBNU karena bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Terkait hal ini, PBNU mempertanyakan alasan Yahya Cholil perlu dipecat.

"Atas dasar apa pemecatan? Wong jelas yang dilakukan Gus Yahya diplomasi penting yang jadi harapan kita semua," ujar Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini saat dihubungi, Jumat (15/6/2018).

Helmy meminta publik tak lekas menilai kepergian Yahya ke Israel sebagai hal yang salah. Dia mengatakan meskipun Yahya pergi ke Israel atas nama pribadi, Katin Aam PBNU itu tetap punya misi untuk memperluas dukungan kemerdekaan Palestina.


Menurutnya, banyak cara yang bisa diambil untuk mencapai misi tersebut. Salah satunya ialah jalur diplomatis. Dialog yang dilakukan Yahya, kata Helmy, juga untuk mengetahui pandangan Israel terhadap kemerdekaan Palestina.

"Saya mengajak kita semua arif bijaksana melihat bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina harus lewat berbagai pembagian tugas. Kalau kita semua mengambil posisi berhadap-hadapan bagaimana kita menyampaikan hal-hal yang strategis bahwa apa yang ada dalam pikiran Israel terhadap Palestina itu kan mungkin masih sangat sepihak informasinya. Ini perlu informasi seimbang," tuturnya.

Helmy memahami protes yang ditujukan kepada Yahya. Namun, Helmy perjalanan Yahya ke Israel tak bertentangan dengan misi yang dipunya PBNU dan Indonesia.

"Apa yang diperjuangkan Gus Yahya sama sekali tak bertentangan dengan apa yang diperjuangkan Indonesia dan NU," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Slamet menyayangkan pertemuan Yahya dengan Netanyahu di Israel. Dia menilai pertemuan tersebut menyinggung perasaan umat Islam. Menurutnya, tak perlu ada negosiasi dengan Israel. Karena Israel, kata Slamet, negara penjajah yang angkuh. Slamet meminta Yahya Cholil dipecat dari PBNU.

"Tidak usah negosiasi dan tidak perlu dialog dengan negara penjajah yang angkuh dan sombong. Pecat Gus Yahya dari NU karena melanggar UUD '45," kata Slamet, Jumat (15/6).
(jbr/imk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gerindra Tagih Komitmen SBY, Demokrat Balas Tagih Janji Prabowo Subianto

Kapitra Ampera: Jokowi Lebih Pantas Hadiri Reuni Akbar 212 Ketimbang Prabowo-Sandi

SBY Dapat Julukan Baru sebagai 'Master Of Kungfu', Ternyata Begini Maksudnya